Lewati ke konten utama
Logo MA Matsaratul Huda

Wujudkan Sekolah Tangguh, MA Matsaratul Huda Gelar Sosialisasi dan Simulasi SPAB

Wujudkan Sekolah Tangguh, MA Matsaratul Huda Gelar Sosialisasi dan Simulasi SPAB
21 Jan 2026 mamang943@gmail.com SPAB 2026

PAMEKASAN – Guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana alam, MA Matsaratul Huda Panempan, Pamekasan, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa, guru, dan staf dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat.

Edukasi Sejak Dini Acara yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menghadirkan pemateri dari pihak terkait (seperti BPBD atau relawan penanggulangan bencana). Dalam sesi sosialisasi, para peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis bencana yang rawan terjadi di wilayah Pamekasan, serta pentingnya memiliki sistem mitigasi yang terstruktur di lingkungan sekolah.

Kepala MA Matsaratul Huda menyampaikan bahwa keamanan siswa adalah prioritas utama. "Madrasah bukan hanya tempat belajar secara akademik, tapi juga harus menjadi tempat yang aman. Melalui program SPAB ini, kami ingin memastikan seluruh warga madrasah tahu apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana," ujarnya.

Simulasi Lapangan yang Realistis Puncak acara ditandai dengan simulasi evakuasi mandiri. para siswa dengan sigap mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri, Selain simulasi gempa bumi, para peserta juga dilatih cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk menangani potensi kebakaran skala kecil di lingkungan sekolah.

Membangun Budaya Sadar Bencana Kegiatan SPAB ini diharapkan tidak berhenti pada seremonial belaka, melainkan menjadi langkah awal pembentukan Tim Siaga Bencana di MA Matsaratul Huda. Dengan adanya jalur evakuasi yang jelas dan warga sekolah yang terlatih, risiko jatuh korban saat terjadi bencana dapat diminimalisir secara signifikan.

Guru dan murid memberikan apresiasi positif atas inisiatif ini, mengingat edukasi kebencanaan masih sangat diperlukan untuk membangun ketangguhan mental siswa di daerah rawan bencana.


Bagikan: